Senin, 22 April 2013

Fiksi: Kita yang slalu tak sama



A= Hei kamu wajah oriental yang cantik
B= Apaan sich….emang aku cewek??
A= Aahh tumben sekali kao itu… kenapa sich……..
B= Berapa lama kita berteman dan berapa sering kita jalan??
A= Nggak tahu,nggak pernah ngitung…hehe
B= Aku nanya serius A…..?!!
   Kita itu tak slalu sama….
A= Maksut kamu? (A menegang melihat wajah B yang mulai serius)
B= Iya kita tak slalu sama, karena aku cowok dan kamu cewek.
A= (A terkekeh2 mendengarnya) yaiyalah B……
B= Tetapi masalahnya bukan itu aja…
   kita udah lama berteman dan   sering hangout bareng. Kemana-mana   pun selalu bareng . Dimanapun ada aku ,disitu pasti ada kamu.Tapi… hanya satu tempat yang tak pernah kita datangi bebarengan. (lemas dan menunduk).
A= Emang tempat mana sih yang belum pernah kita kunjungi   bareng2??
B= A,kamu tau kan aku chinesse,dan aku…..(A mulai mengerti arah pembicaraan)
A= Kamu chinesse aku jawa,kamu ganteng aku cantik dan kamu “Kristen” aku “islam”(lanjut A). Aku tahu itu,aku tahu itu sejak awal ketika aku mengenalmu. Aku tahu tempat mana yang kamu maksudkan. Kita nggak akan pernah masuk dalam sebuah masjid ataupun gereja secara beriringan apalagi bergandengan , karena kita memiliki kesetian kepada Tuhan kita masing-masing. Dan aku tahu,jika kamu tak pernah memakai salibmu karena kamu tak mau semua orang memperhatikan kita.
Kita memang slalu berangkat bareng saat beribadah,namun kita slalu membuka pintu yang berbeda. Tapi ,masih di bangku ini.. aku atau kamu saling setia menunggu sampai siapa dari kita keluar terlebih dahulu.
Mungkin hari ini,dalam obralan senja ini membuatku mengerti. jika,tak kan selamanya kita seperti ini. Karena akan ada saat dimana kita akan berjalan sendiri2, menapaki hari dengan sosok yang tak pernah terpikir oleh memory. Tapi inilah mimpi tentang seorang yang bersalib dan gadis berkerudung. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar