Rabu, 06 Agustus 2014

Tempat itu masih sama....


Sore tadi saya menyempatkan datang ketempat ini. Menengok sejarah yang pernah terpatri rapi di tempat ini. Masih sama kataku dalam hati, belum banyak perubahan dari beberapa tahun yang lalu.
Mungkin hanya suasana dan waktu yang jelas berbeda. 


Hingga ujung waktu…




Ketika tawa kita mengalunkan sejuta cerita antaara kita kawan. Masa ini tak kan pernah terlupa, teriring salam dari hati yang paling dalam untuk kalian “terimakasihku” untuk sejuta bahkan beribu kisah yang telah kalian bagi denganku di masa itu. Pertemuan, perkenalan, persahabatan , perjalanan, dan petualangan itu membuatku yakin jika kalian adalah sebagian tokoh dari kisah hidupku. 

-LASKAR BK A9-

Edisi Lebaran 2014


Setelah sekian lama tradisi berfoto bersama sedikit terlupakan, alhamdulillah tahun ini ada dokumentasi lagi. Meski lebaran tahun ini masih kurang personilnya...hehe
Tetap Minal Aidzin Walfaizdin Mohon Maaf Lahir Batin yaaaa.......

Semuanya Untuk IBU..



Namanya IBU...
Seseorang yang telah melahirkanku ke Dunia ini. Tentu saja atas izin ridho illahi rabbi.
Dia (IBU)...
Adalah makhluk Tuhan yang begitu aku cintai dan sayangi...
Dia (IBU)...
Yang selalu mengajarkan aku tentang sesuatu hal baik...
Dia (IBU)
Yang ingin aku bahagiakan dan banggakan atas ilmuku
Dia (IBU)
Yang selalu berusaha memberikan yang terbaik dan berdo'a untukku...
 IBU...Aku ingin membahagiakanmu karena hanya engkaulah orangtua yang aku miliki saat ini. Maafkan aku karena belum bisa membahagiakanmu...
Tapi percayalah IBU,,Aku akan berusaha membahagiakanmu dan membanggakanmu...Tuhan Ridhoi lah apa yang cita''kan untuk IBUKU...Aamiin :')

Sabtu, 05 Juli 2014

Untuk seseorang yang entah dimana

“Level tertinggi kebahagiaan adalah mencintai seseorang yang juga mencintai kita”.
Dan aku tau, kita tidak akan pernah mencapai level tertinggi itu. Kita hanya akan tetap mendaki dan terus mendaki, hingga pada suatu titiki kita akan tersesat, dan masing-masing dari kita akan diselamatkan oleh orang yang mencintai kita.
Maafkan aku yang telah merusak semua ini. Maafkan aku yang tega membuatmu menangis karena pengakuanku dulu, yang membuatku memilih pergi karena tak ingin menyakitimu lebih jauh karena tidak bisa membalasnya. Semoga ada kata maaf yang masih tersedia untukku meskipun itu tidak pernah diucapkan olehmu.

“Aku lupa rasanya menikmati kebersamaan, terakhir kali saat bersamamu, dan kini hanya ada aku dan secangkir kopi yang pahitnya selalu kunikmati setelah kamu pergi”. 
Aku hanyalah orang yang bukan siapa-siapamu yang lancang mendoakanmu agar kamu selalu bahagia dan baik-baik saja.
Jangan lupa untuk selalu berdoa dan tersenyum seberat apapun hari-harimu. Senyummu adalah pertanda bahwa kamu menikmati pahit dan manis kehidupan di mana pun kamu berada, dan doa adalah pengharapan yang takkan putus untuk bahagiamu di hari esok, hanya itu pesanku.

Sumber:Fallen Pratama

Rabu, 02 Juli 2014

Saat Sidang Itu!!!

Meski sempat Grogi…tapi Alhamdulillah di Lancarkan dan dimudahkan.
Alhamdulillah Allah….Semoga sukses dunia akhirat aamiin :)